Hoplite yunani

Sabtu, 19 November 2011

Musket

MUSKET

musket with bayonet
Musket atau senapan lontak, senapan laras panjang, Musket dirancang untuk digunakan oleh infanteri. Seorang tentara bersenjata dengan senapan Musket disebut musketman atau musketeer. senapan ini menggantikan arquebus, dan pada gilirannya digantikan oleh Rifle.Istilah "musket", berasal dari bahasa Italia "moschetto" yang berarti elang. Angkatan perang yang menggunakan musket disebut musketir (Bahasa Inggris: musketeer, Bahasa Perancis:mousquetaire) diterapkan untuk berbagai senjata, termasuk senjata laras panjang berat dengan kunci senapan atau roda dan bubuk longgar menembak dengan laras senapan beristirahat pada berdiri, dan senjata juga lebih ringan dengan Snaphance, flintlock atau caplock dan peluru menggunakan stabilisasi spin (Mini bola), yang ditempel dengan
bayonet. 


Abad ke-16 pasukan bersenjata dengan versi yang berat dari arquebus disebut sebuah senapan adalah spesialis mendukung arquebusiers dan formasi pikemen. Pada awal abad ke-18, Arquebus pun diganti oleh Musket,karena lebih ringan, dan penggunaan pike pun diganti oleh bayonet yang dipasang di Musket, dan hampir infanteri semua menjadi penembak. Pada abad ke-18, perbaikan metode amunisi dan menembak diperbolehkan mengaduk-aduk strategi supaya menjadi praktis untuk penggunaan militer. kaliber Musket berkisar dari 0,5 inci (13 mm) sampai 0,8 inci (20 mm). Sebuah tipikal halus dikenakan menembakkan senapan pada satu target hanya akurat untuk sekitar 50 meter (46 m) 70 meter (64 m). senapan dirampoki dari pertengahan abad ke-19 secara bermakna lebih akurat, dengan kemampuan untuk menghantam sasaran pria berukuran sampai dengan 500 meter (460 m). 


Musket sangat populer digunakan saat Revolusi Kolonial Amerika dan perang-perang Napoleon. Tidak seperti senjata api modern yang semi-otomatis maupun yang otomatis penuh, senapan lontak harus diisi terlebih dahulu setelah satu tembakan sebelum menembakkan peluru berikutnya. Sistem penyalaan musket bermacam-macam, mulai dari flash pan(abad ke-15), wheel lock (kancing roda, awal abad ke-16), snaphaunce (pertengahan abad ke-16), yang paling populer adalah senapan lontak yang menggunakan metode flintlock (kancing batu-api) yang dikenal secara luas di Bahasa Melayu sebagai "istinggar" (sejak 1612) dan yang paling modern percussion cap (sejak 1805-an).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar